Sabtu, Juli 09, 2016

Bisakah aku menolak hidup ku sekarang



TANPA JIWA
Karya : Irwan S Pane

Malam begitu gelap
Dipenuhi kehampaan
Langit tak mampu lagi bersinar terang
Untuk melihat penderitaan jiwa ini

Sekarang kebahagiaan telah berdebu
Dipenuhi jaring laba laba
Mereka kini meninggalkan ku sendiri
Tubuh yg tersujud tak mampu berdiri

Apakah aku bisa memilih
Apakah aku bisa memilah
Memilih kehidupan yg layak untuk ku
Memilah kehidupan yg pantas untuk ku
Tuhan, Bisakah aku menolak hidup ku sekarang

Mereka mencemoohkan ku
Mereka meremehkan ku
Mereka membuang ku
Mereka menghina ku

Apabila aku bisa meminta
Tukarkanlah hidup ku dengan hidup mereka
Apakah mereka mampu
Menjalani hidup sepertiku
Hidup bagai tanpa jiwa
Hidup bagai tanpa nafas


Kamu yg terus berbicara
Hidup bukan cuma meneladahkan tangan
Tapi hiduplah dengan memperhatikan sesama
Hiduplah dengan berbagi

Tak pernah gentar akan semua itu



TAKUT
Karya : Irwan S Pane

Kamu yg selalu ada untuk diriku
Selalu hidup disetiap detik waktu ku
Jika selama itu kamu bisa tetap bersama ku
Rintangan apapun pasti bisa ku lewati karena mu

Sesuatu yg terindah kau korbankan untuk ku
Walaupun rintik rintik air membasahi tubuhmu
Walaupun panasnya terik matahari menyengat tubuh mu
Namun dirimu tak pernah gentar akan semua itu

Tanpa kau sadari
Dibahumu terkadang jatuh tetesan air mata ku
Di setiap aku terdiam di peluk mu
Disaat engkau memberikan pelukan hangat mu

Ketika aku meneteskan air mata
Itu adalah tetesan air mata ketakutan ku
Ketakukan akan hilangnya dirimu dari hidup ku
Ketakukan akan sakit nya hatimu akan diri ku

Karena saat engkau memeluk ku
Aku tau betapa tulusnya dirimu untuk diriku
Aku tau betapa setia nya dirimu untuk diriku
Sehingga tangan ini takut tak lagi bisa menggapaimu

Keteguhan Tiada Batas



PAKAIAN USANG
Karya : Irwan S Pane

Matahari muncul dari kediaman nya
Seperti diriku yg siap menerjang cita cita ku
Cita yg mungkin mustahil untuk ku gapai
Karena yg ku punya hanya seragam berlubang ini

Gelombang ombak yang begitu dingin
Terpaan angin yang begitu deras
Semburan badai yg sangat keras
Hingga alas sepatu ku yg menipis seiring berjalannya waktu
Hanya teguhnya jiwa lepasku yang tak terbendung
Sebuah keteguhan yg tiada batas

Citaku tak setinggi langit
Karena ku sadar akan kemampuanku
Tapi ku inginkan sebuah cita yg mulia
Di balik seragam berlubang ini
Di sampul buku usang ku ini
Di atas sepatu yg semakin terkikis ini

Tapi....Tapi.....Tapi....
Inilah harapan ku
Di bawah bendera merah putih ini
Aku menuju suatu tujuan yg sederhana
Agar nanti aku bisa meneduhi bangsa ini